Menu
Melayani dengan hati dan ikhlas

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja

E Learning – 01

Executive Summary Kuliah-1

 

 

BUSINESS ETHICS & GOOD GOVERNANCE

Principles of Personal Ethics dan Principles of Professional Ethics

 

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Business Ethics & Good Governance”

 

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA

 

 

 

 

 

 

Oleh:

Yudiansyah (55118110217)

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS MERCU BUANA

2019

 

 

 

 

 

 

Personal Ethics and Business Ethics

 

Etika berasal dari kata “Ethos” yang artinya sebagai perasaan bathin atau kecenderungan seseorang untuk berbuat kebaikan. Ethos bisa juga berarti menyangkut hubungan seseorang dengan khaliknya (hubungan vertical) (Ali, Hapzi, 2018).

 

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, etika adalah :

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk,
  2. Tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat umum.

 

Secara peninjauan filsafat dinyatakan bahwa etika sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai pedoman sikap dan tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma-norma. Jadi etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.

 

Etika juga dibagi menjadi 2 yaitu etika umum dan etika khusus. Etika khusus dibagi lagi menjadi etika individu dan etika sosial. Etika individu ini secara umum disebut juga sebagai personal ethics yaitu etika berkaitan dengan kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri, misalnya :

  1. Memelihara kesehatan dan kesucian lahiriah dan batiniah,
  2. Memelihara kerapihan diri, kamar, tempat tinggal, dan lainnya,
  3. Berlaku tenang,
  4. Meningkatkan ilmu pengetahuan,
  5. Membina kedisiplinan dan lainnya.

 

Business Ethics atau etika bisnis adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan kebaikan (rightness) atau moralitas (kesusilaan) dari pelaku manusia. Etika yang dimaksud adalah aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar.

 

Dalam penerapannya etika bisnis menjadi sebagai pedoman cara berperilaku di perusahaan yang meliputi :

  1. Tugas apa saja yang harus dilakukan
  2. Tanggung jawab sebagai apa
  3. Bagaimana harus berperilaku terhadap orang lain
  4. Pelaporan kecurangan, perlaku yang tidak jujur atau perilaku yang tidak pada tempatnya
  5. Kecurangan, korupsi atau transaksi tidak wajar
  6. Pertentangan kepentingan atau tugas
  7. Yang harus dilakukan jika timbul pertentangan
  8. Bolehkan menerima uang, hadiah atau jamuan
  9. Menggunakan aset perusahaan
  10. Melakukan pekerjaan lain, menggunakan informasi
  11. Informasi palsu atau menyesatkan
  12. Memberikan tanggapan di muka umum
  13. Catatan dan laporan pembukuan
  14. Undang-undang dan peraturan lain
  15. Jika keluar dari perusahaan
  16. Pelanggaran atas etika bisnis.

 

Etika bisnis perlu dimiliki oleh setiap individu dan perusahaan dan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis. Etika bisnis berpengaruh papda perusahaan melalui proses dimana, proses disini berarti ada awal dan ada akhir dari suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu dan bisnis di sini diartikan sebagai upaya untuk memperoleh nilai tambah tertentu atas serangkaian input yang digunakan atau dirancang.

 

 

Morality and Law

 

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab . Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan atau kelakuan (akhlak). Moralisasi berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakukan yang baik, demoralisasi berarti kerusakan moral. Pengertian moral dibedakan dengan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata karma, dan sebagainya. Jadi kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.

 

Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
  2. Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran berbagai ajaran filosofis, agama, adat yang menguasai pemutaran manusia.

 

Sedangkan hukum (kebiasaan, sopan santun) berhubungan dengan manusia sebagai makhluk sosial. Antara hukum dan moral terdapat perbedaan dalam hal tujuan dan isi sebagai berikut :

  1. Perbedaan dalam hal tujuan:
  2. Tujuan moral adalah menyempurnakan manusia sebagai individu
  3. Tujuan hukum adalah ketertiban masyarakat
  4. Perdaan dalam hal isi :
  5. Moral bertujuan penyempurnaan manusia berisi atau memberi peraturan-peraturan yang bersifat batiniah (ditujukan kepada sikap lahir)
  6. Hukum memberi peraturan-peraturan bagi perilaku lahiriah.

 

 

Etiquette and Professional Law

 

Kaedah-kaedah pokok dari etika profesi di bidang Hukum (Kieser: 1986)

  1. Profesi di bidang hukum harus dihayati sebagai suatu pelayanan tanpa pamrih (dis intrestedness) yaitu pertimbangan yang diambil adalah kepentingan klien dan kepentingan umum.
  2. Bukan kepentingan pribadi dari pengembang profesi, jika hal ini diabaikan maka pelaksanaan profesi akan mengarah kepada kemanfaatan yang menjurus kepada penyalahgunaan profesi sehingga akhirnya merugikan kliennya.
  3. Pelayanan profesi dengan mendahulukan klien, yang mengacu pada kepentingan atau nilai-nilai luhur sebagai manusia yang membatasi sikap dan tindakan.
  4. Pengemban profesi harus berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan.
  5. Pengemban profesi harus mengembangkan semangat solidaritas sesame rekan seprofesi.

 

 

Management and Ethics

 

Etika adalah satu set kepercayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Etika juga diartika sebagai system dari prinsip-prinsip moral atau aturan untuk bertindak. Etika menangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa penting dalam hidupnya. Isu etika hadir dalam sebuah situasi ketika tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah organisasi dapat menimbulkan manfaat atau kerugian bagi yang lain.

 

Etika dalam organisasi atau etika manajemen perhatiannya meliputi tiga hal yaitu :

  1. Hubungan organisasi atau perusahaan dengan karyawan,
  2. Hubungan karyawan dengan organisasi,
  3. Hubungan organisasi dengan pihak luar.

 

 

Daftar Pustaka

 

Ali, Hapzi. 2018. Business Ethics and Good Governance: Principles of Personal Ethics dan Principles of Professional Ethics. Universitas Mercu Buana. Jakarta

Imung. 2012. http://imungblog.blogspot.com/2012/10/pengertian-etika-dan-moral.html              (Oktober 2012).

Ivani, Catur, Reza, Sonia, Vivi, 2016. http://officialvap.blogspot.com/2016/06/etika-dalam-manajemen.html, (28 Juni 2016)

Maharani, Nurhayati, 2010. https://ranisakura.wordpress.com/2010/06/01/etika-terbagi-atas-dua,         (1 Juni 2010)

Mertokusumo, Sudiknno, 2013. http://sudiknoartikel.blogspot.com/2013/04/moral-dan-hukum.html, (4 April 2013, jam 09.08)